Memulai Amalan Lengkap
Sangat disarankan meluruskan postur tubuh, mengatur keheningan ruangan, dan memulai penelusuran step-by-step secara berurutan untuk menjaga keharmonisan transisi frekuensi batin.
Qabliyah
Sebelum Tawashshulan mulai, suasana transisi batin dibangun dengan membaca amalan-amalan yang sudah dikenal luas di wilayah-wilayah Maiyah dan KiaiKanjeng.
Iftitah
Bagian pembuka Tawashshulan dengan membaca Surat Al-Fatihah, tasbih, istighfar, tarji', salam, dan dipuncaki dengan pembacaan Surat Yasin.
Salam Limalaikatillah
Allah memperbantukan para Malaikat mengawal hidup per-manusia, juga menugasi mereka melakukan dan menjaga banyak hal dalam kehidupan secara keseluruhan.
Katur Dhumateng Kanjeng Nabi
Tiga Al-Fatihah dihaturkan langsung kepada Rasulullah SAW, para Nabi, serta segenap kaum mukminin, diiringi pelantunan Hubbu Ahmadin.
Ayatul Mafatih
Semua ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah Swt adalah mafatih, pembuka berkah, kesejahteraan, rezeki, ampunan, dan sorga. Namun dengan keterbatasan akal dan pemahaman, kita memilih sejumlah ayat yang terasa istimewa, meskipun sejatinya tak ada ayat Allah yang tidak istimewa. Tawashshulan bisa menghusnudhdhoni dan memilih satu atau beberapa:
Baiat Tauhid: Pemurnian Kesaksian & Komitmen Hamba
Koneksi utama manusia dengan Allah adalah tauhid. Para pelaku Tawashshulan mendasari diri dengan membaiat dirinya sendiri bahwa ruang waktu dan hidup mati mereka adalah beriman dan bertauhid kepadaNya.
Shalawatun Nur: Kesaksian Asal Usul Penciptaan
Hamparan dan putaran makhluk ciptaan, aliran dan getaran jagat raya dan isinya, ruang dan waktu, segala partikel dan ragam unsur, dimulai dari ciptaan Nur Muhammad dan dipuncaki oleh wujud sempurna Kanjeng Nabi Muhammad bin Abdullah Saw. Maka senantiasa teguhkan pembaiatan diri dan rasa syukur atas kesucian Allah yang menginisiatifi itu semua.
Rajunas-Syafa’ah: Keagungan & Tradisi Shalawat
Maiyah mensyukuri, menghormati dan melestarikan tradisi Shalawat dalam sejarah.
Shalawat Taslim: Suluk & Keselamatan
Suluk kelembutan hamba di antara keindahan bait-bait shalawat asyik-khusyuk pencarian syafaat Nabi saw.
Maqamat Hajat
Ini sejumlah kalimat wirid dengan berbagai fokus hajat. Untuk didzikirkan seoptimal kekhusyukan dan keikhlasan tanpa ada batasan jumlah. Meskipun ada fokus dan konteks yang berbeda-pada pada setiap pendzikir, tetapi kehidupan adalah sebuah bulatan ghaib di mana setiap titik bisa menjadi pusatnya. Maka fokus dan pencapaian yang sejati adalah perkenan dan qabul di tangan maha otoritas dan kemurahan Allah. Berdzikir atau mewiridkan kalimat-kalimat permohonan kepada Allah tidak berfungsi langsung mengubah keadaan atau mencapai sesuatu. Ia sebatas ikhtiar agar memperoleh perkenan dan qabul, adapun yang terjadi atau tercapainya hajat manusia hamba, 100 persen berada di tangan kuasa Allah Swt.
‘Indal Qiyam
Saat seluruh jamaah berdiri memberikan penghormatan rindu kepada Baginda Nabi SAW.
Doa Ikhtitam
Ada ratusan, bahkan ribuan kalimat doa-doa yang baik dan indah yang merupakan karya para Ulama. Kita sangat mensyukuri dan menghargai itu semua. Namun tentu lebih mengandung keutamaan kalau kita mengutamakan doa yang Allah sendiri mengajarkannya di Al-Qur`an, kemudian keutamaan berikutnya adalah doa-doa yang kita ittiba'i dari Kanjeng Nabi Muhammad Saw.

